Thursday, December 5, 2019

Universe


 Alam Semesta dan seisinya merupakan objek kajian bagi ilmu pengetahuan yang tidak ada habisnya untuk dipelajari.

Jagat raya atau alam semesta (the universe) merupakan ruang tidak terbatas yang di dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan jelas.
Galaksi, bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah sebagian kecil dari materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di Bumi. Akan tetapi, secara lebih mendalam semua yang ada di jagat raya masih merupakan rahasia yang sama sekali belum terungkap. Hal ini antara lain disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat terbatas.





Planet dalam terdiri dari planet-planet terdekat dengan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Dalam dan Planet Luar. ... Sedangkan planet luar terdiri dari planet-planet terjauh dengan Matahari, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
 Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Immanuel Kant (1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut) biasa disebut juga dengan teori Kant-Laplace. Teori ini memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut tersebut mengandung gas hidrogen.Teori Pasang Surut Gas dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Akibatnya, terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari. Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada bagian besar yang membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak membentuk nebula. Nebula (asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.


Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Immanuel Kant (1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut) biasa disebut juga dengan teori Kant-Laplace. Teori ini memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut tersebut mengandung gas hidrogen.

Suatu waktu, kabut tersebut berproses dan berputar dengan sangat kencang. Jika digambarkan mungkin seperti pusaran angin. Dari sana, terbentuklah bulatan besar, yang memiliki gaya gravitasi, yaitu matahari.

Teori Pasang Surut Gas dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Akibatnya, terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari.
Gunung-gunung tersebut membuat sebuah lidah pijar dengan merentang panjang. Lalu, lidah pijar ini membentuk perapatan gas-gas yang kemudian terpecah belah. Akhirnya, terbentuklah benda-benda yang kita kenal sebagai planet, salah satunya yaitu bumi.



Teori Big Bang merupakan teori yang paling populer dan ditemukan paling akhir oleh para ilmuwan. Dalam teori ini dikemukakan bahwa tata surya tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses selama miliaran tahun.
Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.
Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada bagian besar yang membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak membentuk nebula. Nebula (asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.
Dari proses ini akhirnya terbentuklah Bima Sakti. Namun, bagian-bagian kecil dari kabut raksasa mendingin dan memadat hingga akhirnya menjadi planet-planet, salah satunya bumi yang kita tempati sekarang.
Teori bintang kembar dikemukakan oleh Astronom, RA. Lyttleton. Dalam teori ini dikatakan bahwa ada dua bintang kembar di dunia ini sebelum akhirnya menjadi planet-planet.
Kemudian, salah satu bintang tersebut meledak. Ledakan ini menyebarkan serpihan material yang akhirnya terbentuk menjadi planet. Sementara, matahari adalah bintang kembar yang tidak meledak. Itu sebabnya, planet yang terbuat dari ledakan bintang tadi memiliki gaya gravitasi mengelilingi matahari, seperti halnya bumi.
Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Morton, seorang astronom Amerika dan Thomas C. Chamberlein, ahli geologi pada 1916. Dalam teorinya mereka mengemukakan bahwa matahari sudah ada sejak awal.

Universe

     Pengertian alam semesta          Alam semesta adalah istilah lain dari Jagat Raya, alam semesta adalah ruang meluas ke segala arah d...