Alam Semesta dan seisinya merupakan objek kajian bagi
ilmu pengetahuan yang tidak ada habisnya untuk dipelajari.
Jagat raya atau alam semesta (the
universe) merupakan ruang tidak terbatas yang di
dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya
tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan
jelas.
Galaksi,
bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah
sebagian kecil dari materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di
Bumi. Akan tetapi, secara lebih mendalam semua yang ada di jagat raya masih
merupakan rahasia yang sama sekali belum terungkap. Hal ini antara lain
disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia
dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat terbatas.
Planet dalam terdiri dari planet-planet terdekat
dengan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Dalam dan Planet Luar. ...
Sedangkan planet luar terdiri dari planet-planet terjauh
dengan Matahari, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Immanuel Kant
(1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut) biasa disebut juga
dengan teori Kant-Laplace.
Teori ini memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut
tersebut mengandung gas hidrogen.Teori Pasang Surut Gas
dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka
mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati
matahari. Akibatnya, terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan
terbentuknya gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari. Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini terdapat
gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat
sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada bagian besar yang
membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak membentuk nebula. Nebula
(asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.
Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan,
yakni Immanuel Kant (1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut)
biasa disebut juga dengan teori Kant-Laplace. Teori ini memaparkan
bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut tersebut mengandung gas
hidrogen.
Suatu waktu, kabut tersebut berproses dan
berputar dengan sangat kencang. Jika digambarkan mungkin seperti pusaran angin.
Dari sana, terbentuklah bulatan besar, yang memiliki gaya gravitasi, yaitu
matahari.
Teori Pasang Surut Gas dikemukakan oleh James
Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka mengatakan bahwa ratusan
juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Akibatnya,
terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan terbentuknya
gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari.
Gunung-gunung tersebut membuat sebuah lidah
pijar dengan merentang panjang. Lalu, lidah pijar ini membentuk perapatan
gas-gas yang kemudian terpecah belah. Akhirnya, terbentuklah benda-benda yang
kita kenal sebagai planet, salah satunya yaitu bumi.
Teori Big Bang merupakan teori yang paling
populer dan ditemukan paling akhir oleh para ilmuwan. Dalam teori ini
dikemukakan bahwa tata surya tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui
proses selama miliaran tahun.
Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini
terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini
sangat cepat sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.
Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada
bagian besar yang membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak
membentuk nebula. Nebula (asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.
Dari proses ini akhirnya terbentuklah Bima
Sakti. Namun, bagian-bagian kecil dari kabut raksasa mendingin dan memadat
hingga akhirnya menjadi planet-planet, salah satunya bumi yang kita tempati
sekarang.
Teori bintang kembar dikemukakan oleh
Astronom, RA. Lyttleton. Dalam teori ini dikatakan bahwa ada dua bintang kembar
di dunia ini sebelum akhirnya menjadi planet-planet.
Kemudian, salah satu bintang tersebut meledak.
Ledakan ini menyebarkan serpihan material yang akhirnya terbentuk menjadi
planet. Sementara, matahari adalah bintang kembar yang tidak meledak. Itu
sebabnya, planet yang terbuat dari ledakan bintang tadi memiliki gaya
gravitasi mengelilingi matahari, seperti halnya bumi.
Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Morton,
seorang astronom Amerika dan Thomas C. Chamberlein, ahli geologi pada 1916.
Dalam teorinya mereka mengemukakan bahwa matahari sudah ada sejak awal.