OBJEK GEOGRAFI
Setiap
disiplin ilmu memiliki objek yang menjadi bidang kajiannya. Objek bidang ilmu
geografi terdiri atas objek material dan objek formal. Objek formal geografi
berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis
substansi (Objek Material) tersebut.
a.
Objek Material
Objek
material geografi adalah sebagai berikut.
1)
Litosfer
Litosfer
adalah lapisan batuan yang membentuk bentang alam, seperti pegunungan, plato,
dataran rendah, dan lapisan tanah.
2)
Biosfer
Biosfer
adalah lapisan kehidupan, meliputi kehidupan binatang dan tumbuhan.
3)
Atmosfer
Atmosfer
adalah lapisan udara, membentuk iklim dan cuaca.
4)
Hidrosfer
Hidrosfer
adalah lapisan air, antara lain sungai, laut, danau, dan air tanah.
5)
Antroposfer
Antroposfer
adalah dinamika penduduk, seperti manusia dan kehidupannya di permukaan bumi.
Termasuk jumlah penduduk, sistem sosial, ekonomi, politik, budaya dan
teknologi.
b.
Objek Formal
Objek
Formal Geografi adalah cara pandang (Pendekatan) dan berpikir terhadap gejala
yang ada di permukaan bumi. Gejala tersebut baik berupa keadaan fisik maupun
keadaan sosialnya. Menurut Peter Hagget, Pendekatan-pendekatan tersebut dikenal
dengan pendekatan keruangan (spatial approach).
ASPEK GEOGRAFI DAN PENJELASANNYA
Berikut merupakan macam 2 aspek ilmu geografi meliputi
aspek geografi fisik dan aspek geografi sosial lengkap beserta jenis-jenis tiap
aspek dan penjelasannya.
1. Aspek Fisik
Aspek geografis yang pertama adalah aspek fisik.
Pengertian aspek fisik secara umum adalah aspek geografis yang mengkaji
segala fenomena geosfer yang memengaruhi keberlangsungan hidup
manusia. Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan
semua fenomena alam yang langsung dapat diamati. Terdapat 3 macam aspek fisik
yakni aspek topografi, aspek biotik dan aspek non-biotik. Berikut merupakan
macam macam aspek fisik dan penjelasan lengkapnya.
Aspek Topografi
Pengertian aspek topografi adalah aspek geografi fisik
yang berkaitan dengan letak atau lokasi suatu wilayah. Secara umum aspek
topografi membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan letak daerah dan
negara, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai
ciri-ciri khas tertentu.
Aspek Biotik
Pengertian aspek biotik adalah aspek geografi fisik yang
berkaitan makhluk hidup. Secara umum aspek biotik membahas mengenai hal-hal
yang berkenaan dengan unsur tumbuhan (flora), binatang (fauna) serta kajian
penduduk.
Aspek Non-Biotik
Pengertian aspek non-biotik adalah aspek geografi fisik
yang berkaitan dengan tanah dan air suatu wilayah. Secara umum aspek non-biotik
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur kondisi tanah,
hidrologi baik perairan darat maupun laut dan kondisi iklim dari suatu wilayah.
2. Aspek Sosial
Selain aspek fisik, juga ada aspek geografis lain yaitu
aspek sosial atau aspek non-fisik. Pengertian aspek sosial secara umum adalah
aspek geografi yang membahas fenomena yang terjadi di geosfer yang masih berhubungan
dengan kegiatan manusia. Tujuan aspek sosial adalah mengetahui pola hubungan
manusia dan lingkungannya. Aspek sosial meliputi kegiatan sosial, ekonomi,
politik dan budaya. Berikut merupakan macam macam aspek sosial dan
penjelasannya lengkap.
Aspek Sosial
Pengertian aspek sosial adalah aspek geografi sosial yang
berkaitan dengan unsur-unsur sosial. Secara umum aspek sosial
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur tradisi,
adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial.
Aspek Ekonomi
Pengertian aspek ekonomi adalah aspek geografi sosial
yang berkaitan dengan hal-hal ekonomis. Secara umum aspek ekonomi membahas
mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pertanian, perkebunan,
pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan pasar.
Aspek Budaya
Pengertian aspek budaya adalah aspek geografi sosial yang
berkaitan dengan unsur sosial-budaya.. Secara umum aspek budaya
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pendidikan, agama,
bahasa, kesenian dan ragam budaya lain.
Aspek Politik
Pengertian aspek politik adalah aspek geografi sosial
yang berkaitan dengan unsur politik. Secara umum aspek politik
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur kepemerintahan yang
terjadi dalam kehidupan di masyarakat.
Ruang
Lingkup Bahasan Geografi
Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari :
1) Geografi fisik, mempelajari
fenomena-fenomena alam yg berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala
proses-proses fisik yang terjadi di darat, laut, dan udara yg memengaruhi
kehidupan manusia
2) Geografi sosial, mempelajari segala
aktivitas manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan, baik dalam
lingkungan fisik, sosial, dan budaya
3) Geografi regional, mempelajari suatu
daerah atau wilayah secara khusus, baik mengenai aspek fisik maupun aspek sosial
4) Geografi teknis, kajian penggunaan
keahlian teknis dalam geografi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.
Konsep Geografi
Dalam
geografi, konsep digambarkan untuk melihat suatu fenomena tertentu dalam ruang.
Pemahaman akan konsep geografi sangat penting untuk mengenali fenomena-fenomena
yang terkait gejala geosfer di bumi. Menurut Ikatan Geograf Indonesia terdapat
10 konsep esensial geografi yaitu:
1.
Lokasi
Lokasi
terbagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut yaitu
lokasi suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Contoh :
Indonesia terletak antara 6ºLU-11ºLS dan 95ºBT-141ºBT. Lokasi
relatif yaitu lokasi suatu wilayah berdasarkan posisi suatu tempat dengan
tempat lain di sekitarnya. Contoh adalah rumah Mr. John berada dekat dengan
stasiun kereta api sedangkan rumah Mr. Asep berada lebih dekat dengan
pasar.
Lokasi merupakan konsep pertama dalam geografi dan menjadi keutamaan. Jadi dalam geografi, hal pertama yang akan selalu dicari adalah lokasi tempat suatu kejadian atau fenomena geosfer terjadi. Setelah itu baru dilihat hal lain seperti penyebabnya, dampaknya dan keterkaitannya dengan fenomena lain.
2. Jarak
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu obyek yang bergerak, mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik dan fitur-fitur geografis yang memisahkan keduanya. Contohnya adalah jarak Jakarta ke Bandung adalah 300 km.
Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, dan kenyamanan. Contohnya adalah jarak Bandung ke Jakarta lebih cepat jika melalui jalur Puncak dibanding melalui jalur Bekasi. Jarak menunjuk pada seberapa mudah atau sulit bagi barang, jasa, tenaga kerja, modal, informasi dan gagasan melintasi ruang.
3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya suatu daerah dapat diakses (aksesibilitas). Setiap daerah tentunya memiliki kondisi fasilitas perhubungan dan kondisi geografis yang berbeda sehingga akan berdampak pada tingkat keterjangkauannya. Contoh: Desa Badui di Banten sulit dijangkau karena lokasinya yang terpencil di kaki gunung salak.
4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi contohnya adalah wilayah Banjarmasin merupakan wilayah dataran rendah rawa basah.
5. Aglomerasi
Aglomerasi yaitu pola-pola pengelompokan atau konsentrasi suatu kegiatan tertentu dan biasanya dikarenakan motif ekonomi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Contohnya di wilayah pedesaan masyarakat rumahnya cenderung menggerombol atau mengelompok di tanah datar yang subur sedangkan industri elektronik banyak dibangun di wilayah Kawasan Industri Cikarang.
6. Nilai Guna
Setiap lokasi/tempat memiliki manfaatnya tersendiri dan dapat didayagunakan seperti wilayah Ciater Subang banyak terdapat sumber air panas yang dapat dikembangkan menjadi wilayah geowisata.
7. Pola
Pola merupakan bentuk abstrak sebuah fenomena atau gejala geosfer contohnya pola aliran sungai dendritik, rectangular atau pola pemukiman di wilayah pantai Jawa cenderung memanjang. Contoh pola yang lain adalah "pola curah hujan di Indonesia yaitu bergeser dari barat ke timur" dan lainnya.
8. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan karakteristik antar region di bumi misalnya wilayah Siberia yang beriklim dingin didominasi oleh tundra sedangkan wilayah Sahara beriklim panas didominasi gurun.
9. Interaksi/Interdependensi
Interaksi merupakan hubungan timbal balik yang berkaitan dengan arus mobilitas barnag/jasa dalam ruang. Misalnya Indonesia mengekspor batubara ke China sedangkan China mengekspor pakaian ke Indonesia.
10. Asosiasi
Asosiasi adalah adanya keterkaitan alamiah antara elemen pembentuk wilayah misalnya wilayah Karawang didominasi oleh pesawahan karena tanahnya subur dari endapan aluvial sehingga banyak masyarakat di daerah tersebut yang berprofesi sebagai petani. Asosiasi juga dapat memberikan keterkaitan antara aspek fisik dengan aspek fisik lain seperti secara geologi Indonesia berada di zona subduksi akibatnya adalah di daerah Indonesia banyak dijumpai gunung api dan gempa.
Lokasi merupakan konsep pertama dalam geografi dan menjadi keutamaan. Jadi dalam geografi, hal pertama yang akan selalu dicari adalah lokasi tempat suatu kejadian atau fenomena geosfer terjadi. Setelah itu baru dilihat hal lain seperti penyebabnya, dampaknya dan keterkaitannya dengan fenomena lain.
2. Jarak
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu obyek yang bergerak, mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik dan fitur-fitur geografis yang memisahkan keduanya. Contohnya adalah jarak Jakarta ke Bandung adalah 300 km.
Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, dan kenyamanan. Contohnya adalah jarak Bandung ke Jakarta lebih cepat jika melalui jalur Puncak dibanding melalui jalur Bekasi. Jarak menunjuk pada seberapa mudah atau sulit bagi barang, jasa, tenaga kerja, modal, informasi dan gagasan melintasi ruang.
3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya suatu daerah dapat diakses (aksesibilitas). Setiap daerah tentunya memiliki kondisi fasilitas perhubungan dan kondisi geografis yang berbeda sehingga akan berdampak pada tingkat keterjangkauannya. Contoh: Desa Badui di Banten sulit dijangkau karena lokasinya yang terpencil di kaki gunung salak.
4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi contohnya adalah wilayah Banjarmasin merupakan wilayah dataran rendah rawa basah.
5. Aglomerasi
Aglomerasi yaitu pola-pola pengelompokan atau konsentrasi suatu kegiatan tertentu dan biasanya dikarenakan motif ekonomi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Contohnya di wilayah pedesaan masyarakat rumahnya cenderung menggerombol atau mengelompok di tanah datar yang subur sedangkan industri elektronik banyak dibangun di wilayah Kawasan Industri Cikarang.
6. Nilai Guna
Setiap lokasi/tempat memiliki manfaatnya tersendiri dan dapat didayagunakan seperti wilayah Ciater Subang banyak terdapat sumber air panas yang dapat dikembangkan menjadi wilayah geowisata.
7. Pola
Pola merupakan bentuk abstrak sebuah fenomena atau gejala geosfer contohnya pola aliran sungai dendritik, rectangular atau pola pemukiman di wilayah pantai Jawa cenderung memanjang. Contoh pola yang lain adalah "pola curah hujan di Indonesia yaitu bergeser dari barat ke timur" dan lainnya.
8. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan karakteristik antar region di bumi misalnya wilayah Siberia yang beriklim dingin didominasi oleh tundra sedangkan wilayah Sahara beriklim panas didominasi gurun.
9. Interaksi/Interdependensi
Interaksi merupakan hubungan timbal balik yang berkaitan dengan arus mobilitas barnag/jasa dalam ruang. Misalnya Indonesia mengekspor batubara ke China sedangkan China mengekspor pakaian ke Indonesia.
10. Asosiasi
Asosiasi adalah adanya keterkaitan alamiah antara elemen pembentuk wilayah misalnya wilayah Karawang didominasi oleh pesawahan karena tanahnya subur dari endapan aluvial sehingga banyak masyarakat di daerah tersebut yang berprofesi sebagai petani. Asosiasi juga dapat memberikan keterkaitan antara aspek fisik dengan aspek fisik lain seperti secara geologi Indonesia berada di zona subduksi akibatnya adalah di daerah Indonesia banyak dijumpai gunung api dan gempa.