Geografi
Thursday, January 16, 2020
Universe
Pengertian alam semesta
Alam semesta adalah istilah lain dari Jagat Raya, alam semesta adalah ruang meluas ke segala arah dan tidak terhingga. Dan setiap batasnya tidak bisa diketahui di dalam alam semesta ini terdiri dari ribuan galaksi dan sistem bintang. ruang ini menjadi tempat benda- benda langit termasuk bumi dimana menjadi tempat manusia dan makluk hidup ada. Alam semesta terdapat debu, kabut dan gas.
Salah satu teori yang menjelashkan proses terjadinya Jagat Raya atau alam semesta adalah teori "Big Bang" pada sekitar 13.700 tahun yang lalu terjadi ledakan yang sangat dahsyat sehingga mengakitbatkan ada jumlah materi- materi yang sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi- materi tersebut membentuk bintang, planet, debu kosmos, asteroid, meteor, energi,dan partikel- partikel lain. Semua ini mengesahkan bahwa pada masa dahulu langit dan bumi pernah bersatu sebelum akhirnya terpisah- pisah seperti sekarang.
Tata surya adalah solar sistem yang ada di ruang angkasa tersusun menjadi empat bagian. Bintang merupakan salah satu anggota tata surya. Planet merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri tetapi hanya merefleksikan, bumi adalah salah satu dari delapan planet. Bumi beredar di dalam lingkaran tata surya.
Bumi adalah planet berada pada urutan ke 3 dari matahari bumi adalah satu- satunya planet yang bisa dihuni oleh makhluk hidup. Bumi memiliki atmosfer yang terdiri nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer melindungi kita dari sinar ultra violent yang berbahya bagi kehidupan atmosfer juga melindungi bumi dari radiasi yang berasal dari benda langit yang berada dekat dengan bumi. Selain itu, atmosfer juga menjaga suhu bumi agar tetap sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup. Bila dilihat dari langit, bumi terlihat biru dan lapisan atmosfer putih melingkar. Bumi memiliki satelit, yaitu bulan. Bulan mengelilingi bumi dan secara bersamaan juga memutari matahari bersama dengan bumi.
Teori tentang perkembangan bumi ada beberapa antara lain:
Teori Kontraksi adalah kerak bumi mengalami pengerutan karena terjadinnya pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas, pengerutan- pengerutan tersebut mengakitbatkan bumi menjadi tidak rata.
Teori Laurasia-Gondwana teori ini diberi nama Laurentia dan Gondwana itu adalah dua benua yang di kutub bumi bergerak secara perlahan ke arah ekuator sehingga terpecah-pecah membentuk benua-benua seperti sekarang. Amerika selatan, Afrika dan Australia dahalu menyatu dalam Gondwanaland, sedangkan Laurasia menyatukan benua-benua yang lain.
Teori Apungan Benua dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener mengemukakan bahwa perkembangan bentuk muka bumi berhubangan dengan pergesaran benua.
Teori Konveksi adalah terjadi karena aliran konveksi ke arah vertikel di dalam lapisan astenosfer yang agak kental. Aliran tersebut berpengaruh sampai ke kerak bumi yang ada di atasnnya sehingga mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.
Teori penggeseran dasar laut ditemukan oleh seorang ahli geologi asal Amerika dia menemukan bukti-bukti baru tentang terjadi pergeseran dari arah punggung dasar laut ke dua sisinya. Berarti ada gerakan yang arahnya dari punggung dasar laut.
Teori lempeng tektonik, ada dua ahli dari Inggris Me Kenzie dan Robert Parker mereka menyampaikan teori tentang kerak bumi dan litosfer yang mengapung di atas lapisan astenosfer dianggap satu lempeng yang saling berhubungan. Dari tempat masuknya lapisan itu merupakan patahan atau (Transform Fault)yang ditandai dengan adannya palung laut dan pulau vulkanis dan permukaan bumi ini terdapat enam lempeng utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Amerika, Lempeng Afrika, Lempeng Pasifik, Lempeng India-Australia, Lempeng Antartika. Pergerakan lempeng tektonik dapat menimbulkan bentukaan di permukaan bumi yang berbeda.
Seorang immanuel kent filsuf German mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpulan kabut ( Nebula) yang terdiri dari bermacam-macam gas namun ada banyak ahli yang mengatakan teori masing-masing dan mendukung penemuannya dengan bukti-bukti yang otentik yang sangat masuk di akal maupun yang tidak dapat diterima oleh akal. Dalam jangka waktu jutaan tahun permukaan bumi mendingin sehingga menjadi keras dan padat menjadi kulit (kerak bumi). Sedangkan bagian dalamnya masih tetap panas sampai saat ini. Teori yang menyebutkan bumi semakin lama semakin susut dan mengerut akibat adalah proses pendingin proses ini mengakitbakan bagian permukaan bumi membentuk pegunungan dan lembah-lembah. Sedangkan teori lempeng tektonik terdiri dari lapisan Astenosfer yaitu berwujud cair kental lempeng-lempeng tektonik tersebut bergerak karena adanya arus konfeksi. Inilah analisa teori tentang perkembangan Bumi.
Bumi sebagai tempat tinggal berbagai macam mahluk hidup antara lain manusia, hewan, dan tumbuhan ada banyak alasan mengapa bumi menjadi tempat tinggal mahluk hidup:
Bumi mengandung banyak air dan asam amino. Beberapa peneliti mempercayai selang 600-700 tahun setelah terjadi Big Bang hujan meteor membombardir bumi dengan membawa serta air dan asam amino dalam jumlah yang banyak. Air dan asam amino muncul menjadi cikal bakal kehidupan, bakteri bersel tunggal.
Bumi memiliki oksigen yang cukup. Mahluk hidup tidak bisa bernapas tanpa oksigen oleh sebab itu mahluk hidup dapat bertahan di bumi karena bumi memiliki oksigen yang cukup. Coba bayangankan bumi tanpa oksigen ada enam efek yang menakutkan apabila bumi kehilangan oksigen selama lima detik mari kita lihat pertama langit di siang hari jadi gelap, Kedua kerak bumi akan hancur, Ketiga semua orang yang ada di luar rumah akan terbakar karena sinar UV dari matahari, lapisan ozon yang terdiri dari oksigen molekuler adalah suatu lapisan yang mencegah paparan langsung sinar UV tadi terhadap manusia. Keempat , Bagian telinga akan rusak, manusia akan kehilangan sekitar 21 % dari tekanan udara dalam telinga dalam sekecap. Kelima, Kendaraan dan mesin pembakaran internal akan berhenti bekerja, disebabkan karena tidak adanya oksigen untuk proses pembakaran kita akan melihat pesawat akan jatuh. Keenam, Bangunan dari beton akan hancur, disebabkan oksigen adalah pengikat penting dalam struktur beton dan tanpa oksigen bangunan akan hancur.
Bumi memiliki karbon dioksida yang berperan penting dalam fototensis tumbuhan, atmosfer yang menjadi penjaga bumi. Dampak dari semua ini banyak sekali manfaatnya yang dapat dirasakan: perubahan musim, perbedaan lama dan siang dan malam, gerak semu tahun matahari, perubahan letak rasi bintang dan adanya kalender maseshi, ini semua adalah revolusi bumi yang berdampak bagi mahluk hidup yang ada dan tinggal di bumi.
Dampak dari bentukan bumi sangatlah berpengaruh bagi kehidupan mahkluk hidup.Misalnya bumi hanya berbentuk datar maka akan terjadi Gravitasi akan menarik mahkluk bumi ke arah utara, dan tidak menarik kebawah. jika bumi berbentuk datar maka tidak ada sistem navigas, maka tidak akan ada medan magnet yang membuat satelit mengitari bumi. Penduduk di belahan tertentu hanya melihat malam saja atau siang, tidak ada pembagian waktu.
Oleh sebab itu betapa pentingnya kita menjaga dan merawat Bumi tempat tinggal kita dari segala kehancuran.
https://informazone.com>tata-surya
https://pelajaran.co.id
https://idntimes.com
Thursday, December 5, 2019
Universe
Alam Semesta dan seisinya merupakan objek kajian bagi
ilmu pengetahuan yang tidak ada habisnya untuk dipelajari.
Jagat raya atau alam semesta (the
universe) merupakan ruang tidak terbatas yang di
dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya
tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan
jelas.
Galaksi,
bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah
sebagian kecil dari materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di
Bumi. Akan tetapi, secara lebih mendalam semua yang ada di jagat raya masih
merupakan rahasia yang sama sekali belum terungkap. Hal ini antara lain
disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia
dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat terbatas.
Planet dalam terdiri dari planet-planet terdekat
dengan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Dalam dan Planet Luar. ...
Sedangkan planet luar terdiri dari planet-planet terjauh
dengan Matahari, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Immanuel Kant
(1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut) biasa disebut juga
dengan teori Kant-Laplace.
Teori ini memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut
tersebut mengandung gas hidrogen.Teori Pasang Surut Gas
dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka
mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati
matahari. Akibatnya, terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan
terbentuknya gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari. Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini terdapat
gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat
sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada bagian besar yang
membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak membentuk nebula. Nebula
(asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.
Teori Nebula dikemukakan oleh dua ilmuwan,
yakni Immanuel Kant (1753) dan Petere de Laplace (1796). Teori nebula (kabut)
biasa disebut juga dengan teori Kant-Laplace. Teori ini memaparkan
bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut tersebut mengandung gas
hidrogen.
Suatu waktu, kabut tersebut berproses dan
berputar dengan sangat kencang. Jika digambarkan mungkin seperti pusaran angin.
Dari sana, terbentuklah bulatan besar, yang memiliki gaya gravitasi, yaitu
matahari.
Teori Pasang Surut Gas dikemukakan oleh James
Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Pada teorinya, mereka mengatakan bahwa ratusan
juta tahun yang lalu ada sebuah bintang yang mendekati matahari. Akibatnya,
terjadi pasang surut pada tubuh matahari dan menyebabkan terbentuknya
gunung-gunung raksasa pada tubuh matahari.
Gunung-gunung tersebut membuat sebuah lidah
pijar dengan merentang panjang. Lalu, lidah pijar ini membentuk perapatan
gas-gas yang kemudian terpecah belah. Akhirnya, terbentuklah benda-benda yang
kita kenal sebagai planet, salah satunya yaitu bumi.
Teori Big Bang merupakan teori yang paling
populer dan ditemukan paling akhir oleh para ilmuwan. Dalam teori ini
dikemukakan bahwa tata surya tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui
proses selama miliaran tahun.
Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta ini
terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini
sangat cepat sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya.
Dalam teori ini disebutkan juga bahwa ada
bagian besar yang membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak
membentuk nebula. Nebula (asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun.
Dari proses ini akhirnya terbentuklah Bima
Sakti. Namun, bagian-bagian kecil dari kabut raksasa mendingin dan memadat
hingga akhirnya menjadi planet-planet, salah satunya bumi yang kita tempati
sekarang.
Teori bintang kembar dikemukakan oleh
Astronom, RA. Lyttleton. Dalam teori ini dikatakan bahwa ada dua bintang kembar
di dunia ini sebelum akhirnya menjadi planet-planet.
Kemudian, salah satu bintang tersebut meledak.
Ledakan ini menyebarkan serpihan material yang akhirnya terbentuk menjadi
planet. Sementara, matahari adalah bintang kembar yang tidak meledak. Itu
sebabnya, planet yang terbuat dari ledakan bintang tadi memiliki gaya
gravitasi mengelilingi matahari, seperti halnya bumi.
Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Morton,
seorang astronom Amerika dan Thomas C. Chamberlein, ahli geologi pada 1916.
Dalam teorinya mereka mengemukakan bahwa matahari sudah ada sejak awal.
Friday, September 20, 2019
OBJEK STUDI DAN ASPEK GEOGRAFI
OBJEK GEOGRAFI
Setiap
disiplin ilmu memiliki objek yang menjadi bidang kajiannya. Objek bidang ilmu
geografi terdiri atas objek material dan objek formal. Objek formal geografi
berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis
substansi (Objek Material) tersebut.
a.
Objek Material
Objek
material geografi adalah sebagai berikut.
1)
Litosfer
Litosfer
adalah lapisan batuan yang membentuk bentang alam, seperti pegunungan, plato,
dataran rendah, dan lapisan tanah.
2)
Biosfer
Biosfer
adalah lapisan kehidupan, meliputi kehidupan binatang dan tumbuhan.
3)
Atmosfer
Atmosfer
adalah lapisan udara, membentuk iklim dan cuaca.
4)
Hidrosfer
Hidrosfer
adalah lapisan air, antara lain sungai, laut, danau, dan air tanah.
5)
Antroposfer
Antroposfer
adalah dinamika penduduk, seperti manusia dan kehidupannya di permukaan bumi.
Termasuk jumlah penduduk, sistem sosial, ekonomi, politik, budaya dan
teknologi.
b.
Objek Formal
Objek
Formal Geografi adalah cara pandang (Pendekatan) dan berpikir terhadap gejala
yang ada di permukaan bumi. Gejala tersebut baik berupa keadaan fisik maupun
keadaan sosialnya. Menurut Peter Hagget, Pendekatan-pendekatan tersebut dikenal
dengan pendekatan keruangan (spatial approach).
ASPEK GEOGRAFI DAN PENJELASANNYA
Berikut merupakan macam 2 aspek ilmu geografi meliputi
aspek geografi fisik dan aspek geografi sosial lengkap beserta jenis-jenis tiap
aspek dan penjelasannya.
1. Aspek Fisik
Aspek geografis yang pertama adalah aspek fisik.
Pengertian aspek fisik secara umum adalah aspek geografis yang mengkaji
segala fenomena geosfer yang memengaruhi keberlangsungan hidup
manusia. Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan
semua fenomena alam yang langsung dapat diamati. Terdapat 3 macam aspek fisik
yakni aspek topografi, aspek biotik dan aspek non-biotik. Berikut merupakan
macam macam aspek fisik dan penjelasan lengkapnya.
Aspek Topografi
Pengertian aspek topografi adalah aspek geografi fisik
yang berkaitan dengan letak atau lokasi suatu wilayah. Secara umum aspek
topografi membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan letak daerah dan
negara, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai
ciri-ciri khas tertentu.
Aspek Biotik
Pengertian aspek biotik adalah aspek geografi fisik yang
berkaitan makhluk hidup. Secara umum aspek biotik membahas mengenai hal-hal
yang berkenaan dengan unsur tumbuhan (flora), binatang (fauna) serta kajian
penduduk.
Aspek Non-Biotik
Pengertian aspek non-biotik adalah aspek geografi fisik
yang berkaitan dengan tanah dan air suatu wilayah. Secara umum aspek non-biotik
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur kondisi tanah,
hidrologi baik perairan darat maupun laut dan kondisi iklim dari suatu wilayah.
2. Aspek Sosial
Selain aspek fisik, juga ada aspek geografis lain yaitu
aspek sosial atau aspek non-fisik. Pengertian aspek sosial secara umum adalah
aspek geografi yang membahas fenomena yang terjadi di geosfer yang masih berhubungan
dengan kegiatan manusia. Tujuan aspek sosial adalah mengetahui pola hubungan
manusia dan lingkungannya. Aspek sosial meliputi kegiatan sosial, ekonomi,
politik dan budaya. Berikut merupakan macam macam aspek sosial dan
penjelasannya lengkap.
Aspek Sosial
Pengertian aspek sosial adalah aspek geografi sosial yang
berkaitan dengan unsur-unsur sosial. Secara umum aspek sosial
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur tradisi,
adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial.
Aspek Ekonomi
Pengertian aspek ekonomi adalah aspek geografi sosial
yang berkaitan dengan hal-hal ekonomis. Secara umum aspek ekonomi membahas
mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pertanian, perkebunan,
pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan pasar.
Aspek Budaya
Pengertian aspek budaya adalah aspek geografi sosial yang
berkaitan dengan unsur sosial-budaya.. Secara umum aspek budaya
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur pendidikan, agama,
bahasa, kesenian dan ragam budaya lain.
Aspek Politik
Pengertian aspek politik adalah aspek geografi sosial
yang berkaitan dengan unsur politik. Secara umum aspek politik
membahas mengenai hal-hal yang berkenaan dengan unsur kepemerintahan yang
terjadi dalam kehidupan di masyarakat.
Ruang
Lingkup Bahasan Geografi
Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari :
1) Geografi fisik, mempelajari
fenomena-fenomena alam yg berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala
proses-proses fisik yang terjadi di darat, laut, dan udara yg memengaruhi
kehidupan manusia
2) Geografi sosial, mempelajari segala
aktivitas manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan, baik dalam
lingkungan fisik, sosial, dan budaya
3) Geografi regional, mempelajari suatu
daerah atau wilayah secara khusus, baik mengenai aspek fisik maupun aspek sosial
4) Geografi teknis, kajian penggunaan
keahlian teknis dalam geografi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.
Konsep Geografi
Dalam
geografi, konsep digambarkan untuk melihat suatu fenomena tertentu dalam ruang.
Pemahaman akan konsep geografi sangat penting untuk mengenali fenomena-fenomena
yang terkait gejala geosfer di bumi. Menurut Ikatan Geograf Indonesia terdapat
10 konsep esensial geografi yaitu:
1.
Lokasi
Lokasi
terbagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut yaitu
lokasi suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Contoh :
Indonesia terletak antara 6ºLU-11ºLS dan 95ºBT-141ºBT. Lokasi
relatif yaitu lokasi suatu wilayah berdasarkan posisi suatu tempat dengan
tempat lain di sekitarnya. Contoh adalah rumah Mr. John berada dekat dengan
stasiun kereta api sedangkan rumah Mr. Asep berada lebih dekat dengan
pasar.
Lokasi merupakan konsep pertama dalam geografi dan menjadi keutamaan. Jadi dalam geografi, hal pertama yang akan selalu dicari adalah lokasi tempat suatu kejadian atau fenomena geosfer terjadi. Setelah itu baru dilihat hal lain seperti penyebabnya, dampaknya dan keterkaitannya dengan fenomena lain.
2. Jarak
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu obyek yang bergerak, mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik dan fitur-fitur geografis yang memisahkan keduanya. Contohnya adalah jarak Jakarta ke Bandung adalah 300 km.
Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, dan kenyamanan. Contohnya adalah jarak Bandung ke Jakarta lebih cepat jika melalui jalur Puncak dibanding melalui jalur Bekasi. Jarak menunjuk pada seberapa mudah atau sulit bagi barang, jasa, tenaga kerja, modal, informasi dan gagasan melintasi ruang.
3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya suatu daerah dapat diakses (aksesibilitas). Setiap daerah tentunya memiliki kondisi fasilitas perhubungan dan kondisi geografis yang berbeda sehingga akan berdampak pada tingkat keterjangkauannya. Contoh: Desa Badui di Banten sulit dijangkau karena lokasinya yang terpencil di kaki gunung salak.
4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi contohnya adalah wilayah Banjarmasin merupakan wilayah dataran rendah rawa basah.
5. Aglomerasi
Aglomerasi yaitu pola-pola pengelompokan atau konsentrasi suatu kegiatan tertentu dan biasanya dikarenakan motif ekonomi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Contohnya di wilayah pedesaan masyarakat rumahnya cenderung menggerombol atau mengelompok di tanah datar yang subur sedangkan industri elektronik banyak dibangun di wilayah Kawasan Industri Cikarang.
6. Nilai Guna
Setiap lokasi/tempat memiliki manfaatnya tersendiri dan dapat didayagunakan seperti wilayah Ciater Subang banyak terdapat sumber air panas yang dapat dikembangkan menjadi wilayah geowisata.
7. Pola
Pola merupakan bentuk abstrak sebuah fenomena atau gejala geosfer contohnya pola aliran sungai dendritik, rectangular atau pola pemukiman di wilayah pantai Jawa cenderung memanjang. Contoh pola yang lain adalah "pola curah hujan di Indonesia yaitu bergeser dari barat ke timur" dan lainnya.
8. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan karakteristik antar region di bumi misalnya wilayah Siberia yang beriklim dingin didominasi oleh tundra sedangkan wilayah Sahara beriklim panas didominasi gurun.
9. Interaksi/Interdependensi
Interaksi merupakan hubungan timbal balik yang berkaitan dengan arus mobilitas barnag/jasa dalam ruang. Misalnya Indonesia mengekspor batubara ke China sedangkan China mengekspor pakaian ke Indonesia.
10. Asosiasi
Asosiasi adalah adanya keterkaitan alamiah antara elemen pembentuk wilayah misalnya wilayah Karawang didominasi oleh pesawahan karena tanahnya subur dari endapan aluvial sehingga banyak masyarakat di daerah tersebut yang berprofesi sebagai petani. Asosiasi juga dapat memberikan keterkaitan antara aspek fisik dengan aspek fisik lain seperti secara geologi Indonesia berada di zona subduksi akibatnya adalah di daerah Indonesia banyak dijumpai gunung api dan gempa.
Lokasi merupakan konsep pertama dalam geografi dan menjadi keutamaan. Jadi dalam geografi, hal pertama yang akan selalu dicari adalah lokasi tempat suatu kejadian atau fenomena geosfer terjadi. Setelah itu baru dilihat hal lain seperti penyebabnya, dampaknya dan keterkaitannya dengan fenomena lain.
2. Jarak
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu obyek yang bergerak, mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik dan fitur-fitur geografis yang memisahkan keduanya. Contohnya adalah jarak Jakarta ke Bandung adalah 300 km.
Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, dan kenyamanan. Contohnya adalah jarak Bandung ke Jakarta lebih cepat jika melalui jalur Puncak dibanding melalui jalur Bekasi. Jarak menunjuk pada seberapa mudah atau sulit bagi barang, jasa, tenaga kerja, modal, informasi dan gagasan melintasi ruang.
3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya suatu daerah dapat diakses (aksesibilitas). Setiap daerah tentunya memiliki kondisi fasilitas perhubungan dan kondisi geografis yang berbeda sehingga akan berdampak pada tingkat keterjangkauannya. Contoh: Desa Badui di Banten sulit dijangkau karena lokasinya yang terpencil di kaki gunung salak.
4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi contohnya adalah wilayah Banjarmasin merupakan wilayah dataran rendah rawa basah.
5. Aglomerasi
Aglomerasi yaitu pola-pola pengelompokan atau konsentrasi suatu kegiatan tertentu dan biasanya dikarenakan motif ekonomi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Contohnya di wilayah pedesaan masyarakat rumahnya cenderung menggerombol atau mengelompok di tanah datar yang subur sedangkan industri elektronik banyak dibangun di wilayah Kawasan Industri Cikarang.
6. Nilai Guna
Setiap lokasi/tempat memiliki manfaatnya tersendiri dan dapat didayagunakan seperti wilayah Ciater Subang banyak terdapat sumber air panas yang dapat dikembangkan menjadi wilayah geowisata.
7. Pola
Pola merupakan bentuk abstrak sebuah fenomena atau gejala geosfer contohnya pola aliran sungai dendritik, rectangular atau pola pemukiman di wilayah pantai Jawa cenderung memanjang. Contoh pola yang lain adalah "pola curah hujan di Indonesia yaitu bergeser dari barat ke timur" dan lainnya.
8. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan karakteristik antar region di bumi misalnya wilayah Siberia yang beriklim dingin didominasi oleh tundra sedangkan wilayah Sahara beriklim panas didominasi gurun.
9. Interaksi/Interdependensi
Interaksi merupakan hubungan timbal balik yang berkaitan dengan arus mobilitas barnag/jasa dalam ruang. Misalnya Indonesia mengekspor batubara ke China sedangkan China mengekspor pakaian ke Indonesia.
10. Asosiasi
Asosiasi adalah adanya keterkaitan alamiah antara elemen pembentuk wilayah misalnya wilayah Karawang didominasi oleh pesawahan karena tanahnya subur dari endapan aluvial sehingga banyak masyarakat di daerah tersebut yang berprofesi sebagai petani. Asosiasi juga dapat memberikan keterkaitan antara aspek fisik dengan aspek fisik lain seperti secara geologi Indonesia berada di zona subduksi akibatnya adalah di daerah Indonesia banyak dijumpai gunung api dan gempa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Universe
Pengertian alam semesta Alam semesta adalah istilah lain dari Jagat Raya, alam semesta adalah ruang meluas ke segala arah d...
-
Pengertian alam semesta Alam semesta adalah istilah lain dari Jagat Raya, alam semesta adalah ruang meluas ke segala arah d...